Apa kata Rembulan?
Terkadang aku iri,melihat terangnya rembulan.Padahal ia tersakiti setiap malamnya.Bahkan disetiap kepedihan yang ia rasakan,ia masih mampu bersinar terang.Menerangi semua yang ada disekitar nya.Bahkan terkadang, aku malu berjalan dimalam hari.Bulan itu,seolah olah menertawakan kelemahanku.Ia seolah olah berkata "kamu lemah kamu lemah".Bagaimana tidak ?Bulan itu,adalah saksi bisu kesedihan ku disetiap malam.Malam dimana aku baru bisa merasa tenang dan bebas,malam dimana aku tidak harus berpura pura menjadi aku yang diketahui orang orang.Ya,setiap malam adalah saat dimana aku bisa bebas menangis tanpa ada yang mengetahui kepedihanku.Tapi,sialnya aku,Bulan ini selalu ada disana, seolah olah menjadi teman ku berbagi kesedihan.Ia seolah olah bercerita ,tentang perih yang ia rasakan.Dimana dia,Bulan,harus mengalah setiap harinya.Ia sudah bercerita sejak lama padaku,Bahwa ia mencintai Matahari,tapi,cintanya tak pernah tersampaikan.Ia bercerita tentang dirinya yang setiap kali ingin berhenti mencintai Matahari.Tapi ia tak mampu...Ya,ia tak mampu.Semakin ia mencoba untuk berhenti mencintai Matahari,ia semakin tersakiti.Setiap kali ia mencoba melupakan Matahari,setiap bagian dari dirinya menghilang.Dari awalnya bulat hingga menjadi sabit.Bahkan terkadang air mata Bulan berubah menjadi cahaya cahaya cantik yang bersinar terang disekitar Bulan,Menemani Bulan menyinari Matahari,Itulah Bintang.Percaya padaku,ia selalu mencoba melupakan Matahari saat ia lelah.Ia selalu bercerita betapa indahnya matahari saat ia terbangun ,walau sang Rembulan hanya bisa melihatnya dari kejauhan.Matahari mungkin tidak pernah tau soal kehadiran Bulan.Saat tiba saat nya Matahari tertidur,Bulan selalu terjaga,Ia menerangi sekitarnya ,agar Matahari tidak takut akan gelap.Saat tiba waktunya lagi ,Bulan kembali bersembunyi ,agar Matahari dapat bersinar terang.Lantas,apa yang dilakukan Bulan saat Matahari bersinar?Ia tidak tidur,Ia tidak pergi kemanapun.Ia disana!Bersembunyi dikejauhan,mengagumi keindahan Kekasih Hatinya.Dari sana,aku belajar,bahwa aku pun harus seperti itu.Aku harus tetap berdiri tegak tanpa peduli berapa ratus tombak yang menusuk dibelakang.Sakit memang...tapi,kalau aku tidak berdiri,lantas aku harus terkapar ?Bulan mengajarkanku ,bahwa segala sakit dan perjuangan kita dapat terbayar dengan Cinta.Tapi,apakah itu sepadan ?Bagaimana bila yang kita cintai tak mencintai kita ?Bagaimana bila segala perjuangan kita tidak dihargai?Belajarlah dari bulan,Ia berkorban setiap malamnya agar Matahari dapat bersinar.Ia membantu Matahari bersinar,walau ia tau sinar nya bukan untuk dia.Ia tetap menjaga dan memperhatikan Matahari dari jauh ,walau ia ingin mendekat.Ia tak peduli seberapa lama lagi ia harus terus berkorban.Sakit yang ia rasakan ,semua terbayar dengan senyuman cahaya cantik Matahari.Terkadang cinta memang menyakitkan,tapi sakit itu lah yang seharusnya menjadi batu loncatan kita untuk selalu berjuang ,berjuang sampai sakit itu hilang....
-Bandung-
Komentar
Posting Komentar